Tampilkan postingan dengan label astronom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronom. Tampilkan semua postingan

Tertangkap Kamera, Kosmik 'Kalung' Menakjubkan

Tertangkap Kamera, Kosmik 'Kalung' Menakjubkan


Nebula ini merupakan sisa-sisa cahaya dari bintang serupa matahari yang berada dalam cincin seluas 19,3 triliun kilometer dengan gas terang dan padat yang menyerupai berlian dalam sebuah kalung dan nebula ini terletak 15 ribu tahun cahaya dari rasi bintang Sagitta.

Gambar menakjubkan ini diambil pada 2 Juli lalu melalui kamera lebar Hubble. Hasilnya, tampak cahaya hidrogen (biru), oksigen (hijau) dan nitrogen (merah). Warna menyala pada nebula ini muncul karena penyerapan cahaya ultraviolet dari pusat bintang nebula.

Astronom mengatakan, pasangan bintang yang mengorbit dengan jarak sangat dekat bisa menghasilkan nebula semacam ini pada 10 ribu tahun silam.

Hal ini terjadi saat salah satu bintang yang menua mulai menggelembung hingga titik dimana benda langit itu ‘memakan’ bintang pasangannya.

Alhasil seperti ditulis Upi, bintang menjadi kian besar dan mampu berputar cepat serta gas-gas yang ada akan meluas ke luar angkasa dan membentuk cincin padat.
read more

Astronom Temukan Planet Tergelap

Astronom Temukan Planet Tergelap

Sebuah planet di luar tata surya yang gelap, lebih gelap dari sepotong batu bara, telah ditemukan para astronom. Planet sebesar Jupiter ini mengorbit bintangnya dengan jarak sekitar lima juta kilometer dan kemungkinan temperaturnya 1.200 derajat celcius.

Planet ini mungkin terlalu panas untuk mendukung awan pemantul seperti terlihat di sistem tata surya. nnamun demikian tetap saja tidak bisa menjelaskan mengapa planet ini begitu gelap. Kajian ini akan diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Planet yang disebut TrES-2b karena ditemukan dalam survei eksoplanet Trans-Atlantik tahun 2006. Jaraknya dari bumi sekitar 750 tahun cahaya di konstelasi Draco. Planet ini terletak di jarak pandang teleskop angkasa Kepler yang tujuannya menemukan eksoplanet menggunakan pengukuran cahaya yang sangat sensitif.

Dengan menggunakan data selama empat bulan pertama dari Kepler, David Kipping, peneliti di Center for Astrophysics di Universitas Harvard dan David Spiegel dari Universitas Princeton mengkaji jumlah cahaya terpancar langsung dari TrES-2b.

Mereka mengukur jumlah cahaya dari "sisi malam" planet ketika langsung berada di depan bintangnya. Lalu membandingkan dengan cahaya dari "sisi gelap" sebelum melintasi bintangnya.

Perbedaan keduanya kemudian diukur untuk mengetahui seberapa banyak sinar yang terpantul atau disebut albedo.

Dalam sistem tata surya, awan di Planet Jupiter memantulkan sinar 52%, Bumi memantulkan sinar 37%. Namun tampaknya planet TrES-2b memantulkan sinar kurang dari 1% sinar bintangnya. "Albedo ini lebih gelap dari pada cat acrylic atau batu bara. Aneh," ujar Dr Kipping kepada BBC.

Salah satu penjelasannya barangkali planet itu terlalu panas untuk mendukung awan pemantul yang mengelilingi planet seperti terlihat di sistem tata surya. Namun Kipping dan Spiegel mengatakan ini pun belum dapat akan menjelaskan mengapa TrES-2b begitu gelap. Tidak hanya karena planet gagal memantulkan sinar namun kemungkinan menyerap sinar itu, katanya.
read more

Di Mars Ada Air

Di Mars Ada Air
NASA menyatakan ada bukti aliran air garam ditemukan di lereng Mars. Inilah bukti pertama temuan cairan bergerak di planet merah tersebut.

"Kami sudah menemukan beberapa bukti adanya aliran air di Mars," kata Michael Meyer, pimpinan peneliti untuk program penjelajahan Mars. Data tersebut dikumpulkan dari Mars Reconnaissance Orbiter yang diberikan tugas baru, yakni menemukan bentuk kehidupan.

Mars Reconnaissance Orbiter yang sudah mengelilingi Mars sejak 2006 telah mendapati beberapa bentuk yang ditengarai sebagai aliran air di beberapa lokasi. Di kawah Newton yang terletak di belahan selatan misalnya, ada sebentuk garis sepanjang beberapa lereng curam dan menghilang di tempat bertemperatur dingin. Selama tiga tahun, High Resolution Imaging Service Science Experiment di alat pengorbit sudah merekap banyak aliran di tujuh lokasi.

"Penjelasan terbaik saat ini adalah aliran air garam, meskipun studi ini belum membuktikan hal tersebut," kata Alfred McEwen dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona. "Masih misteri, tapi bisa dipecahkan dengan penelitian dan percobaan lebih lanjut," tambah McEwen.

Sampai saat ini, belum ada air dalam bentuk cair ditemukan di Mars meskipun para peneliti sudah mendapati ada es di kedua kutub. Temuan air akan membuktikan bahwa Mars memiliki kehidupan primitif karena semua makhluk butuh air untuk hidup.

Andai saja air dalam bentuk cair ada di Mars, misteri yang harus disingkap selanjutnya adalah asal air. "Apakah mereka kanal menuju kolam yang lebih luas dan dalam? Apakah mereka hanya cairan yang terperangkap?" kata profesor ilmu geologi Lisa Pratt.
read more

Planet Terbuat dari Berlian

Para astronom asal Inggris percaya bahwa mereka telah menemukan sebuah planet yang seluruh isinya terbuat dari berlian. Seperti diwartakan Dailymail, Jumat (26/8), beberapa ilmuwan di Universitas Manchester, Inggris, meyakini mereka telah menemukan sebuah bintang yang sangat besar di Bima Sakti. Bintang itu kemudian berubah menjadi sebuah planet kecil yang terbuat dari berlian.

Tim peneliti internasional pertama kali mendeteksi sebuah bintang biasa yang disebut pulsar. Pulsar adalah bintang yang berputar lebih kecil dengan diameter sepuluh mil, sama dengan ukuran sebuah kota kecil, yang memancarkan sinar gelombang radio.

Ketika diteliti lebih lanjut dengan menggunakan teleskop berbasis di sebuah observatorium di Cheshire, Inggris, mereka menemukan bahwa pulsar itu memiliki tarikan gravitasi planet yang mengorbit di sekitarnya.

Kepadatan planet tersebut berisi kristal, yaitu sebagian besar bintang mungkin mirip dengan berlian. Planet itu dinamakan Pulsar, PSR J1719, serta dijuluki 1438.

Planet yang merupakan bagian dari Bima Sakti dan terletak 4.000 tahun cahaya di konstelasi Serpens, Ular. Meskipun ukurannya yang kecil, planet ini memiliki massa sedikit lebih dari Jupiter.

Dr. Michael Keith, salah seorang anggota peneliti, mengatakan sisa-sisa planet baru itu mungkin sebagian besar berisi karbon dan oksigen, karena bintang yang terbuat dari unsur-unsur ringan seperti hidrogen dan helium akan terlalu besar untuk mengorbit di sekitarnya.
read more